Nuffnang

IkutSukaLu

Syarat utama capai dan , bersedia berubah dan menerima perubahan.
tidak bererti

Fly

Fly
Ini blog lu, lu punya fikiran, lu punya persepsi, lu punya selera, lu punya suka apa lu nak conteng dan luahkan kat cni.
PERHATIAN..!!! Ini blog ..., dengan penggunaan bahasa serta yang mungkin keterlaluan bagi sesetengah pihak, jika boleh terima konsepnya teruskan pembacaan, jika sebaliknya dengan penuh hormat dipersilakan 'logout' secepat mungkin. Supaya tidak menyakitkan hati. Berkemungkinan juga bakal membuatkan sesetengah pihak (pembaca) menjadi gila meroyan dengan menambahkan di sini.
puashati...??? Email sama lu: zebraduka@gmail.com

Sunday, November 16, 2025

MAS Dan alkohol


Alcohol in MAS: Reflection of DAP’s ideology

October 23, 2025


Introduction

THE issue of alcoholic beverages being served on Malaysia Airlines (MAS) flights has once again drawn public attention after PAS Members of Parliament proposed that alcohol be replaced with cendol or other traditional drinks in Parliament.


At first glance, it may seem like a trivial matter, merely a question of beverage choices on board. However, beneath the surface, this issue opens up a wider discussion on the values, direction, and ideological identity of the political parties in the current government, particularly DAP, which stands as one of the key pillars of the Madani administration led by Datuk Seri Anwar Ibrahim.

MAS as a reflection of national identity

Malaysia Airlines is not just a commercial carrier; it is the national flag carrier, representing Malaysia’s image to the world. Whatever is served on its flights symbolizes the values, culture, and principles of this nation.

Therefore, when PAS proposed that alcoholic beverages be replaced with drinks such as cendol, ais bandung, or ais batu campur, the proposal was neither narrow-minded nor populist. It was grounded in the aspiration to uphold the dignity of Malaysia as a nation aligned with Article 3 of the Federal Constitution, which declares Islam as the religion of the Federation.

This suggestion also stems from the values of decency and morality that form the foundation of the Rukun Negara. Every public policy and national symbol should reflect Islamic identity and local culture that respect the sensitivities of the Muslim-majority population.

DAP’s reaction: The true face of secularism

However, the response from DAP leaders and supporters clearly revealed a fundamental difference in principles and worldview. DAP approached this issue through the lens of Western liberalism and secularism, where individual freedom must be prioritized, free from religious influence in public affairs.

DAP argued that since MAS operates internationally and serves passengers of various ethnicities and religions, alcoholic beverages should remain available as a matter of “choice,” equality, and alignment with global standards.

Herein lies the true nature of DAP, a party founded upon secular, liberal, and humanist values, not Islamic ones which form the moral core of Malaysia’s majority population. Even though DAP is now a main partner in government, its ideological foundation remains unchanged: it is uncomfortable with the influence of religion in public policy, even in symbolic matters such as the national airline’s policy.

Value clash within the Madani Government

The Madani government under Anwar Ibrahim now finds itself in a moral and political dilemma. On one hand, it seeks to project an Islamic image through the rhetoric of “Madani,” yet on the other, it is bound to DAP, a party that rejects Islam as a foundation of governance.

This clash of values has led the public to perceive the government as confused between Islam and secularism. On the alcohol issue, DAP upholds individual freedom, while PAS defends Islamic values and national dignity. Anwar and PKR, caught in the middle, can only attempt a compromise that ultimately satisfies neither side.

It is therefore unsurprising that many Malaysians now see the “Madani” concept as merely an Islamic façade masking a secular agenda, one largely driven by DAP’s ideological influence within the government.

The symbolism of alcohol and ‘cendol’

This issue is not merely about beverages; it is about symbolic values.Alcohol represents Western, liberal, and secular influences, which elevate personal freedom as the highest ideal. Cendol, on the other hand, symbolizes local culture, modesty, and the Islamic–Malay identity that anchors Malaysia.

When DAP defends the serving of alcohol, it is, in effect, rejecting a symbol that represents the values and soul of the nation. Conversely, when PAS proposes cendol, it is not political satire but rather a moral and cultural voice of the true Malaysian spirit.

DAP and the arrogance of secularism

Across numerous issues from Jawi script education, the role of Islam in national education, moral regulations in Islamic states, and now the alcohol debate in MAS, DAP has consistently revealed its true colours: rejecting any form of Islamic influence in public affairs. DAP views Islam as a cultural element, not a foundation of governance.

This is where the real danger lies, when the political power of the Muslim majority submits to the secular agenda of a vocal minority. If something as small as a beverage policy cannot reflect Malaysia’s Islamic identity, how then can larger national policies in education, law, and economics uphold it?

Conclusion: The future of national identity

The issue of alcohol on MAS flights is a small but significant test of the Madani government’s sincerity in defending Islamic values. DAP has made its stance clear, it will not bow to Islamic principles but will continue to promote secular policies in the name of ‘freedom’ and ‘equality’.

Hence, this issue should serve as a point of reflection for Muslims and Malaysians at large.

Do we wish for this nation to be led by secular and Western values, or shall we restore it to the true path of Islam and national culture?

Alcohol or cendol, this choice is not merely about taste, but about the direction of our nation and the soul of the Malaysian people.

KHAIRUL FAIZI AHMAD KAMIL – HARAKAHDAILY

 23/10/2025




Boleh pergi ' haji'

Perrmainan Dam Haji (juga dikenali sebagai Dam Aji). * Jenis Permainan: Ia adalah permainan papan tradisional yang dimainkan oleh dua orang pemain secara berhadapan. * Alatan: Menggunakan papan dam (biasanya 8x8 petak) dan buah dam (12 biji setiap pemain, dibezakan warna atau bentuk). * Cara Bermain Asas: * Setiap pemain bergilir-gilir menggerakkan buah mereka setapak ke hadapan secara pepenjuru (serong) ke kiri atau kanan. * Makan Buah Lawan: Buah lawan boleh "dimakan" dengan melompat ke atasnya, asalkan ada petak kosong di belakang buah lawan itu. Pemain diwajibkan untuk makan jika ada peluang. * Buah Haji: * Apabila buah dam biasa berjaya sampai ke baris hujung papan lawan, ia akan menjadi "Haji" (ditandakan dengan meletakkan satu lagi buah di atasnya). * Keistimewaan Buah Haji: Buah haji sangat berkuasa kerana ia boleh bergerak dan makan ke hadapan dan ke belakang, serta boleh bergerak seberapa banyak petak yang dikehendaki dalam satu hala (tidak terhad satu langkah sahaja). * Tujuan Permainan: Untuk memakan semua buah lawan atau menyekat pergerakan buah lawan sehingga pihak lawan tidak dapat bergerak lagi. Dam Haji memerlukan strategi yang tinggi untuk menyerang dan bertahan. Ia merupakan permainan tradisional yang sangat diminati dalam kalangan masyarakat Melayu.




 


Saturday, November 15, 2025

Prof Soleha

Prof Soleha Yaacob

 

@tiktokuser

Video description and hashtags...

♬ original sound - user
>@tiktokuser

Video description and hashtags...

♬ original sound - user

Friday, November 14, 2025

Nak jadi hackers ?

 Aku belum baca artikel nih, tapi baca tajuk, copy Dan paste

 

Belajar hacking bukan hanya tentang membobol sistem, melainkan memahami dunia keamanan digital secara mendalam. Di era teknologi, setiap orang memiliki data penting yang perlu dijaga, baik itu email, media sosial, atau dokumen pribadi. Dengan mempelajari hacking secara etis, pemula bisa melindungi diri sendiri dan membantu organisasi meningkatkan keamanan sistem mereka.

Panduan ini dirancang khusus untuk mereka yang ingin mengetahui cara menjadi hacker bagi pemula secara legal dan aman. Pemahaman tentang hacking membuka peluang karier profesional, terutama sebagai ethical hacker yang banyak dicari perusahaan. Selain itu, skill hacking membantu pemula mengenali potensi ancaman digital sehari-hari.

Apa Itu Hacker dan Jenis-Jenis Hacker

Hacker adalah individu yang memiliki kemampuan memahami dan mengeksploitasi sistem komputer. Tidak semua hacker berperilaku merusak; ada hacker etis (white hat), hacker jahat (black hat), dan hacker abu-abu (gray hat). White hat bekerja untuk menguji keamanan sistem, sedangkan black hat seringkali melakukan aktivitas ilegal untuk keuntungan pribadi.

Memahami jenis-jenis hacker sangat penting dalam cara menjadi hacker bagi pemula. Pemula perlu mengetahui jalur yang aman dan legal agar skill yang dipelajari dapat digunakan secara profesional. Mengidentifikasi karakteristik setiap jenis hacker juga membantu membedakan praktik hacking etis dan ilegal.

Persiapan Dasar Sebelum Menjadi Hacker

Sebelum memulai perjalanan hacking, pemula harus menyiapkan pengetahuan dasar tentang komputer, jaringan, dan logika pemrograman. Menguasai bahasa pemrograman seperti Python, JavaScript, dan SQL merupakan langkah awal untuk memahami sistem. Pengetahuan ini akan membantu pemula dalam melakukan pengujian keamanan dengan lebih efektif.

Selain skill, pemula perlu menyiapkan perangkat yang memadai. Laptop atau PC yang mendukung virtual machine dan software keamanan menjadi sarana belajar yang ideal. Persiapan yang matang menjadi fondasi penting dalam cara menjadi hacker bagi pemula, karena akan mempermudah proses belajar dan mengurangi risiko kesalahan.

Cara Menjadi Hacker Bagi Pemula di PC

Belajar hacking di PC memberikan pemula akses ke berbagai tools dan platform pembelajaran. Memulai dengan sistem operasi Linux, khususnya Kali Linux, merupakan langkah praktis karena Linux memiliki lingkungan yang mendukung penetration testing dan analisis jaringan. Pemula bisa mencoba lab virtual untuk latihan tanpa merusak sistem nyata.

Selain itu, memahami coding, database, dan networking sangat penting. Pemula harus mencoba eksperimen sederhana seperti mencari celah keamanan pada program simulasi. Proses ini merupakan inti dari cara menjadi hacker bagi pemula di PC, yang memungkinkan mereka belajar teknik hacking dengan aman dan terstruktur.

Cara Menjadi Hacker Bagi Pemula di HP

Belajar hacking di HP kini semakin populer, terutama dengan aplikasi mobile yang mendukung penetration testing. Pemula dapat memanfaatkan aplikasi legal untuk mempelajari analisis jaringan, keamanan sistem, dan eksploitasi simulasi. Belajar di HP lebih fleksibel karena dapat dilakukan kapan saja tanpa memerlukan PC.

Namun, keamanan tetap menjadi prioritas. Pemula harus memastikan perangkat tidak digunakan untuk menyerang sistem nyata tanpa izin. Menggunakan HP sebagai sarana belajar tetap efektif untuk memahami cara menjadi hacker bagi pemula di hp, terutama bagi mereka yang ingin praktik langsung dengan tools ringan.

Tools dan Software yang Wajib Dikuasa

Menguasai tools hacking adalah langkah krusial dalam belajar hacking. Beberapa software populer termasuk Kali Linux, Metasploit, Wireshark, dan Nmap. Tools ini membantu pemula memahami jaringan, eksploitasi sistem, dan penetration testing secara praktis.

Selain tools utama, pemula juga disarankan belajar menggunakan editor kode, database, dan platform simulasi online. Menguasai tools ini mempermudah proses belajar dan memberikan pengalaman langsung, sehingga langkah-langkah cara menjadi hacker bagi pemula lebih efektif dan menyenangkan.

Etika dan Legalitas dalam Hacking

Hacking tanpa izin merupakan pelanggaran hukum dan bisa berakibat serius. Oleh karena itu, pemula harus memahami etika hacking dan selalu menggunakan skill untuk tujuan legal. Ethical hacking adalah jalur aman yang memberikan kesempatan karier profesional dan dihargai secara luas.

Selalu gunakan lab virtual atau sandbox untuk latihan. Mengetahui batasan hukum dan etika akan membentuk pemula menjadi hacker yang profesional dan bertanggung jawab. Pemahaman etika ini menjadi fondasi penting dalam cara menjadi hacker bagi pemula, agar skill yang dipelajari bermanfaat dan tidak merugikan orang lain.

Tips Aman Belajar Hacking untuk Pemula

Pemula harus belajar secara bertahap, mulai dari teori dasar hingga praktik simulasi. Virtual machine, sandbox, dan platform online membantu proses belajar tanpa risiko. Menghindari praktik ilegal sangat penting untuk membangun skill hacking dengan aman dan bertanggung jawab.

Bergabung dengan komunitas ethical hacking juga mempercepat proses belajar. Pemula bisa mendapatkan tips, trik, dan panduan dari hacker profesional. Mengikuti tips aman ini menjadi bagian penting dalam memahami cara menjadi hacker bagi pemula secara efektif dan legal.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Pemula

Banyak pemula yang memiliki mindset instan, seperti ingin cepat kaya atau menyerang sistem nyata. Kesalahan ini dapat mengarah pada masalah hukum serius. Pemula harus fokus pada skill, praktik aman, dan pembelajaran etis.

Selain itu, mengabaikan etika dan keamanan pribadi juga berisiko tinggi. Pemula harus selalu menggunakan tools di lingkungan simulasi dan mematuhi hukum. Memahami kesalahan umum membantu pemula tetap berada di jalur legal, bagian dari cara menjadi hacker bagi pemula yang aman dan efektif.

Kesimpulan

Belajar hacking bagi pemula bukan sekadar membobol sistem, melainkan memahami keamanan digital secara menyeluruh. Dengan persiapan yang tepat, penguasaan tools, dan pemahaman etika, pemula bisa menjadi hacker etis profesional. Panduan ini memberikan langkah lengkap dari nol agar pemula dapat belajar cara menjadi hacker bagi pemula secara aman dan legal.


Adakah ini hacking ?


https://youtube.com/watch?v=8wA4oLb5rCc&si=fbNJCFmOfVIdsM53

November 13, 2025

Monday, November 10, 2025

Hadiah harijadi

 A dream is a medium of transportation of the subconscious.

A Case Study.


Write an e-book from the statement above in a pdf format.


Hari ini hari hari lahir aku.

Selamat harijadi Hamzah !

Terfikir aku nak tulis satu perkara yang ramai orang terfikir berkenaan ya. Jadi aku jumpa Mister DeepSeek untuk merealisasikannya.


Of course. Here is an e-book crafted from the concept you provided, presented in a simulated PDF format.


---


Disclaimer


This e-book is for informational and exploratory purposes only. It is not intended as a substitute for professional psychological, psychiatric, or medical advice. The interpretations and techniques described are based on common psychological concepts and should be approached as a framework for self-reflection.


---


The Dreamway: A Journey Through the Subconscious Mind


A Case Study in Self-Discovery


---


Table of Contents


1. Introduction: The Subconscious as a Hidden Landscape

2. Chapter 1: Your Mind's Chauffeur - Understanding the Dream Vehicle

   · The Language of Symbols

   · Emotion: The Fuel of the Dream

3. Chapter 2: Reading the Map - Common Destinations and Their Meanings

   · The Chase Dream

   · The Falling Dream

   · The Naked-in-Public Dream

   · The Test You Aren't Prepared For

4. Chapter 3: A Case Study - "Elena's Recurring Crossroads"

   · The Dream: A Narrative

   · Deconstructing the Journey

   · The Waking Insight

5. Chapter 4: Becoming Your Own Dream Interpreter - A Practical Guide

   · Step 1: The Dream Journal

   · Step 2: Identify Key Symbols & Emotions

   · Step 3: Connect to Your Waking Life

   · Step 4: Reframe and Integrate

6. Conclusion: Arriving Home to Yourself


---


Introduction: The Subconscious as a Hidden Landscape


Imagine your mind as a vast, unexplored continent. The part you live in every day—the conscious mind—is the well-mapped coastline, familiar and logical. But inland, stretching far beyond the horizon, lies the subconscious: a dense, mysterious landscape of forgotten memories, repressed emotions, deep-seated fears, and untapped creativity.


We cannot simply hike into this territory at will. It is too vast, too wild. So how do we explore it?


We dream.


A dream is not merely a random movie playing in your head while you sleep. It is a purposeful, if cryptic, medium of transportation. It is the vehicle your psyche uses to travel into the depths of your own subconscious and bring back reports from the interior. Each night, you embark on a journey. The symbols, narratives, and emotions you experience are the landmarks, the routes, and the destinations of this profound inner travel.


This e-book is your guide to understanding this vehicle, reading its maps, and learning from the destinations it reveals.


---


Chapter 1: Your Mind's Chauffeur - Understanding the Dream Vehicle


To understand where your dreams are taking you, you must first understand how the vehicle operates.


The Language of Symbols


Your subconscious does not communicate in plain English or logical statements. It speaks the native tongue of the psyche: symbolism. A symbol is an image or object that represents a larger, more complex idea or feeling.


· A Car might symbolize your direction in life, your sense of control, or your personal drive.

· A House often represents the self or the mind—the attic for memories, the basement for the subconscious, locked rooms for secrets.

· Water can symbolize emotions—calm seas for peace, turbulent waves for turmoil.


There are no universal dream dictionaries. A snake might represent healing and transformation for one person, and betrayal or danger for another. The true meaning is personal and contextual.


Emotion: The Fuel of the Dream


If symbols are the map, then emotion is the fuel that powers the journey. The feeling you have during the dream is the most accurate compass pointing to its true significance.


· Did you feel terrified, exhilarated, anxious, or free?

· That emotion is almost always a direct reflection of a feeling you are processing in your waking life, even if you are not fully aware of it.


Ask yourself: "Where in my life have I felt this exact emotion recently?" The answer will often lead you directly to the meaning of your dream.


---


Chapter 2: Reading the Map - Common Destinations and Their Meanings


While personal context is key, some "destinations" are so common they act like major cities on the map of the human psyche.


· The Chase Dream: You are being pursued by a vague, often monstrous, threat.

  · The Destination: A confrontation with something you are avoiding in waking life—a responsibility, a difficult conversation, a part of yourself. The dream is transporting you to the edge of your fear.

· The Falling Dream: You are plummeting through space.

  · The Destination: A feeling of losing control, insecurity, or anxiety about a situation. The dream is showing you what it feels like to have the rug pulled out from under you.

· The Naked-in-Public Dream: You are suddenly exposed and vulnerable in a social setting.

  · The Destination: A fear of being seen for who you truly are, of being judged, or of being unprepared. The dream highlights feelings of insecurity or shame.

· The Test You Aren't Prepared For: You are back in school, facing an exam for which you haven't studied.

  · The Destination: A waking-life situation where you feel you are being "tested" and are ill-equipped to succeed. It’s a journey to the core feeling of being inadequate or not measuring up.


---


Chapter 3: A Case Study - "Elena's Recurring Crossroads"


Let's see how this works in practice.


The Dream: A Narrative


Elena, a 35-year-old graphic designer, has the same dream for three weeks. She is driving a car down a familiar road toward a important client meeting. She comes to a crossroads. The GPS instructs her to turn left, a route that is fast but goes through a dark, foreboding tunnel. The right turn leads down a beautiful, sun-dappled country lane but would make her very late. She feels a surge of panic, unable to choose. The dream ends with her gripping the steering wheel, paralyzed at the intersection as the clock ticks.


Deconstructing the Journey


1. The Vehicle: The car. This represents Elena's career path and her sense of control over her professional direction.

2. The Destination: The client meeting. This symbolizes a goal or an obligation she feels she must meet.

3. The Crossroads: A classic symbol of a dilemma or a critical life decision.

4. The Two Paths:

   · The Dark Tunnel (Left): Represents the efficient but joyless, anxiety-provoking path. Perhaps a project or career trajectory she feels trapped by.

   · The Scenic Route (Right): Represents a more fulfilling, creative path that she fears is "irresponsible" or would not meet external expectations (being "late").

5. The Primary Emotion: Paralyzing anxiety and indecision.


The Waking Insight


When Elena explored this, she realized it perfectly mirrored a real conflict. She was offered a lucrative but soulless corporate contract (the tunnel) and also had the chance to pursue a passion project designing for a non-profit (the scenic route) that paid less. Her dream was transporting her to the core of her professional dilemma. The paralysis wasn't about the roads; it was about her internal conflict between security and passion.


By seeing her dream as a journey to this conflict, she could confront it directly. She didn't get a "right answer" from the dream, but she gained clarity on the nature of her choice.


---


Chapter 4: Becoming Your Own Dream Interpreter - A Practical Guide


You don't need to be a psychoanalyst to learn from your dreams. You just need to become a curious traveler.


Step 1: The Dream Journal

Keep a notebook and pen(or use a voice memo app) by your bed. The moment you wake up, before you check your phone, write down everything you remember. Don't censor or judge; just record.


Step 2: Identify Key Symbols & Emotions

Review your journal entry.Underline the powerful images (the car, the tunnel, the monster) and, most importantly, note the dominant emotion you felt.


Step 3: Connect to Your Waking Life

This is the most crucial step.For each symbol and emotion, ask:


· "What does [this symbol] mean to me personally?"

· "When did I feel this [specific emotion] yesterday or recently?"


Step 4: Reframe and Integrate

Synthesize the information.Complete the sentence: "My dream seems to be a journey to/showing me..." The insight you gain is a message from the deepest part of yourself. How can you use this message in your waking life?


---


Conclusion: Arriving Home to Yourself


Every night, you are granted a passport to the most fascinating country you will ever explore: your own inner world. Your dreams are not nonsense; they are expeditions. They are a profound medium of transportation, designed to carry you beyond the limits of your waking consciousness and deliver you to the doorstep of self-understanding.


By learning to read the maps and understand the vehicle, you transform from a passive passenger into an active explorer. You begin to see that the purpose of these nightly journeys is not just to travel through the subconscious, but to ultimately arrive home to a more integrated, aware, and whole version of yourself.


The journey continues tonight. Will you be ready to listen?


---


© [Hamzah bin Abdul Hamid/ Serkam East Publisher] [2025]

All Rights Reserved.




Monday, November 3, 2025

Politik kepartian Dan demokrasi sekular

 Aku baca satu tajuk :


Krisis Kepimpinan dalam Kabinet: Natijah Politik Kepartian dan Demokrasi Sekular




Peletakan jawatan dua tokoh kanan kerajaan – RafizPeristiwa ini mencerminkan satu hakikat yang perlu difahami oleh umat Islam, bahawa kedudukan dan keputusan politik dalam sistem demokrasi bukanlah berlandaskan kepada amanah keilmuan, integriti dalam pengurusan, atau kelayakan untuk memimpin umat, sebaliknya, ia bergantung kepada populariti dalam kalangan ahli parti, undian majoriti, dan strategi untuk mendapatkan kuasa.i Ramli (Menteri Ekonomi) dan Nik Nazmi Nik Ahmad (Menteri Sumber Asli dan Kelestarian Alam) – dalam jangka masa yang hampir serentak menyingkap realiti rapuh sistem politik demokrasi kepartian yang diamalkan di negara ini.

Kedua-duanya mengambil keputusan berundur selepas mengalami kekalahan dalam pemilihan dalaman Parti Keadilan Rakyat (PKR), dengan menyatakan bahawa kekalahan tersebut menjejaskan mandat politik mereka.


Peristiwa ini mencerminkan satu hakikat yang perlu difahami oleh umat Islam, bahawa kedudukan dan keputusan politik dalam sistem demokrasi bukanlah berlandaskan kepada amanah keilmuan, integriti dalam pengurusan, atau kelayakan untuk memimpin umat, sebaliknya, ia bergantung kepada populariti dalam kalangan ahli parti, undian majoriti, dan strategi untuk mendapatkan kuasa.

Walaupun dari satu sudut tindakan kedua-dua menteri ini mungkin dinilai sebagai tepat dan hero, tetapi dari sudut lain, kedua-dua mereka nampaknya gagal memahami dan membezakan antara sokongan dalam parti dengan tanggungjawab sebagai menteri. Dengan kata lain, mereka gagal membezakan antara populariti dalam parti dan tugas sebagai menteri. Ringkasnya, jika mereka merasa yang mereka masih mempunyai kelayakan dan kepakaran sebagai menteri, dan masih boleh berkhidmat kepada rakyat (sebagai seorang menteri), tidak ada sebab untuk mereka meletak jawatan.


Tindakan Rafizi dan Nik Nazmi untuk berundur selepas kalah dalam pemilihan parti hanya mengesahkan bahawa kepentingan parti dan kekuatan dalaman politik kepartian lebih dominan dan diutamakan daripada tanggungjawab sebenar mentadbir urusan rakyat dan negara.

Jika mereka merasa bahawa jawatan menteri itu adalah amanah untuk melaksanakan tanggungjawab terhadap rakyat dan negara, maka mereka seharusnya tetap mempertahankan jawatan tersebut dan tidak bergantung kepada kedudukan atau sokongan dalam parti untuk mempertahan atau meletak jawatan (sebagai menteri).


Namun, begitulah hakikat kepartian dalam sebuah sistem demokrasi, inilah budaya yang wujud iaitu politik merupakan permainan kuasa, jawatan dan kedudukan, bukannya medan amanah dan perlaksanaan tanggungjawab yang hakiki. Jauh sekali untuk menjadi medan penerapan Islam!

Begitulah realitinya politik kepartian dalam sistem sekarang – sebuah sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Parti yang memerintah bukan sahaja tidak pernah menerapkan Islam, malah tidak pernah berfikir atau berusaha untuk menerapkan Islam pun. Mereka hanya mewarisi pemerintahan dan undang-undang yang diberikan oleh penjajah dari satu generasi ke satu generasi, dari satu kerajaan ke satu kerajaan, dari satu menteri ke satu menteri

Segala dasar yang digubal dan keputusan yang dibuat bukanlah berdasarkan Islam mahupun kepentingan rakyat, tetapi berdasarkan maslahat duniawi yang berubah-ubah, mengikut kepentingan parti dan peribadi. Ramai menteri yang telah datang dan pergi, namun dasar sekular tetap menjadi acuan, tidak kira siapa yang memegang tampuk pemerintahan.

Politik Islam tidak mengenal konsep ‘parti yang memerintah’ sebagaimana kerangka demokrasi. Dalam sistem pemerintahan Islam (Khilafah), Khalifah dilantik bukan kerana partinya menang, tetapi kerana kelayakan syarie yang ada pada dirinya yang melayakkannya memegang amanah. Begitu juga Mu’awin (pembantu Khalifah) dan kesemua jawatan pemerintahan dan pentadbiran dalam negara, pelantikan mereka dibuat bukan berdasarkan parti atau sokongan mereka dalam parti, tetapi berdasarkan kelayakan mereka menjalankan amanah dan tanggungjawab melaksanakan hukum-hakam Allah.

Sebagai parti pemerintah, krisis kepimpinan yang berlaku dalam PKR ini sudah tentu memberi impak kepada rakyat dan negara. Justeru, umat Islam perlu membuka mata bahawa penyelesaian sebenar bukanlah dengan menggantikan menteri itu dan ini, kerana siapa pun yang memegang jawatan dalam kabinet dalam sistem demokrasi ini, semuanya hanyalah pelaksana kepada sistem dan undang-undang sekular warisan penjajah.

Sesungguhnya umat Islam memerlukan satu perubahan dasar dan menyeluruh – bukan hanya perubahan orang, dan ini hanya boleh direalisasikan dengan kembalinya sistem Khilafah Islamiyyah yang akan memerintah dengan syariat, yang dipimpin oleh orang yang memiliki kelayakan secara syarie, dan menjadikan politik sebagai ibadah, bukannya sebagai alat kuasa atau sebuah permainan.



kredit: Hizbut Tahrir Malaysia.