Hang Tuah Dan Hang Kasturi
Hatta, alkisah maka tersebutlah perkataan tatkala Hang Kasturi mendurhaka kepada Duli Yang Dipertuan, melamunkan seisi istana dalam ketakutan. Maka diperintahkan Sultan akan Laksamana Hang Tuah untuk menundukkan saudaranya itu.
Maka pada suatu hari, masuklah Laksamana ke dalam Balairung Seri lalu berdiri menentang Hang Kasturi. Berkatalah Laksamana dengan suara yang amat sedih, “Wahai saudaraku, mengapakah gerangan engkau lakukan penderhakaan ini kepada baginda Shah Alam?”
Maka Hang Kasturi pun menyahut dengan berangnya sambil menghunus kerisnya, “Haramlah bagiku berundur! Biarpun aku harus mampus di hujung keris engkau, wahai Tuah!”
Lalu Laksamana pun mencabut keris Taming Sari dari sarungnya. Bergemerencinglah mata keris, bertitislah peluh di dahi kedua wira itu saat mereka berhadapan dengan penuh waspada, masing-masing menanti saat yang tepat untuk menikam. Suasana di dalam balai terasa begitu hening, melainkan desah nafas dan dendam yang berkobar di dalam sanubari.

No comments:
Post a Comment