Nuffnang

IkutSukaLu

Syarat utama capai dan , bersedia berubah dan menerima perubahan.
tidak bererti

Fly

Fly
Ini blog lu, lu punya fikiran, lu punya persepsi, lu punya selera, lu punya suka apa lu nak conteng dan luahkan kat cni.
PERHATIAN..!!! Ini blog ..., dengan penggunaan bahasa serta yang mungkin keterlaluan bagi sesetengah pihak, jika boleh terima konsepnya teruskan pembacaan, jika sebaliknya dengan penuh hormat dipersilakan 'logout' secepat mungkin. Supaya tidak menyakitkan hati. Berkemungkinan juga bakal membuatkan sesetengah pihak (pembaca) menjadi gila meroyan dengan menambahkan di sini.
puashati...??? Email sama lu: zebraduka@gmail.com

Thursday, January 15, 2026

Pantun

 

PANTUN MELAYU


tanjak keris pakaian melayu

pakai sama seri bunian

kalau nampak pohon yang layu

ambil air tolong siramkan


padang orang atok bertinjit

di padang cucu jangan termenung

kalau cucu berdikit dikit

busut anai menjadi gunung


anakanda bonda bahasa istana

hamba sahaya rakyat jelata

kalau pantun tidak bermakna

bagai tombak tidak bermata


—-------

hujan di luar lebat sekali

mengisi penuh air di kali

jangan cucu merasa rugi

zakat menyuci harta dan diri


banyak onak ranjau dan duri

jalan menuju ke gua ini

jangan cucu lupa mencari

rakan sahabat teman sejati


tuntut ilmu biar berguru

berenang berkuda dan memanah

cucu cari banyakkan ilmu

di hujung ilmu ada hikmah


di dinding gua ada terpahat

sudah berabad hampir tak nampak

adab dijaga membawa berkat

berkat terkandung baik yang banyak


adab bersiram tuan puteri

air mandian tujuh bunganya

hendak lah cucu berhati hati

duri bidara ada cangkuknya


kalau berguru cari pendeta

diri dan murid mendapat berkat

tenung pendeta penuh makrifat

pandang ke timur nampak di barat


tuan puteri hendak beradu

dayang dan kawal  kena berjaga

kalau cucu hendak mangadu

mengadu pada Allah Yang Esa


atok menyusun sepuluh jari

memohon maaf cucu ku ini

hendak lah cucu selalu berbudi

budi dikenang walau dah mati


terlajak kata terkasar bahasa

terlalu cara kadang manusia

hendak lah cucu maafkan saja

sebelum tinggalkan dunia yang fana


ibu mengandung sembilan bulan

makan dikunyah tidak tertelan

yang baik cucu buat tauladan

yang buruk pula buat sempadan


buah delima dibalik daun

buat ulam si anak raja

dalam gua bertahun tahun

baru semalam juga rasanya


apa dikesal hari semalam

buah terlepas dari tangkainya

cucu di luar atok di dalam

waktu kita sama banyaknya


alasan berjalan kaki seribu

tekad di hati hanya lah satu

pendekar bertikam hendak lah tahu

jangan keris tidak berhulu



biduk lalu kiambang bertaut

berlunjur duduk sebelum berdiri

kalau cucu hendak berpaut

jangan cari dahan berduri


hidup kadang bergurau senda

jadi teman sepanjang jalan

kalau cucu sultan melaka

hendak kah cucu atok tabalkan


apa ada di melaka

puing sejarah berserakan

hendak lah cucu berjaga-jaga

ada pelandok terperangkap di hutan


naik perahu jangan berlumba

elok cucu memancing ikan

kalau benar katakan ia

kalau salah sama betulkan


atok berjalan berkaki ayam

dari timur hingga ke barat

kalau salah sama betulkan

jangan cucu bertegang urat




kalau dengar ayam berkokok

jangan disangka hari nak pagi

jalan atok terbongkok bongkok

boleh berdiri sebelah kaki



berkokok disana berkokok disini

dikampung  orang jangan begini

ikut lah cucu resmi padi

walaupun tunduk tapi berisi



apa dibaca dari titik

titik di atas lain bunyinya

apa dipandang pada yang cantik

kalau tidak akal budinya


kalau mengaji ada harakaat

dalam gelanggang atok bersilat

ada melayang seperti kilat

andai bergolek mestikah bulat






hendak lah cucu selalu waspada

jerat rak pernah lupakan pelandol





ada alim alim cerita

gegak gempita jadi suasana





ada batuk di atas tangga

air diceduk dari telaga

kalau selalu bermuram durja

orang muda berupa tua






hidup cucu biar berbakti

jangan beduk tidak berbunyi


cendrawasih makannya awan

tidak ia turun kebumi

kalau kasih tidak berlawan

bagai pohon mati berdiri


kalau tenung bintang di langit

jangan lupa rumput di bumi

jangan cucu ........

nanti mati memakan hati


bila malam menjadi hitam

semut hitam seperti hilang

bukan mata pedang tak tajam

tapi pendekar langkahnya sumbang


kalau berjalan seorang diri

awas lah cucu kanan dan kiri

apalah makna pendekar sejati

keris sendiri menikam diri


berdiam tuah memendam rasa

mengirim tun teja ke istana melaka

manis racun bagaikan gula

pahit ubat menyembuh luka



No comments:

Post a Comment