PANTUN MELAYU
tanjak keris pakaian melayu
pakai sama seri bunian
kalau nampak pohon yang layu
ambil air tolong siramkan
padang orang atok bertinjit
di padang cucu jangan termenung
kalau cucu berdikit dikit
busut anai menjadi gunung
anakanda bonda bahasa istana
hamba sahaya rakyat jelata
kalau pantun tidak bermakna
bagai tombak tidak bermata
—-------
hujan di luar lebat sekali
mengisi penuh air di kali
jangan cucu merasa rugi
zakat menyuci harta dan diri
banyak onak ranjau dan duri
jalan menuju ke gua ini
jangan cucu lupa mencari
rakan sahabat teman sejati
tuntut ilmu biar berguru
berenang berkuda dan memanah
cucu cari banyakkan ilmu
di hujung ilmu ada hikmah
di dinding gua ada terpahat
sudah berabad hampir tak nampak
adab dijaga membawa berkat
berkat terkandung baik yang banyak
adab bersiram tuan puteri
air mandian tujuh bunganya
hendak lah cucu berhati hati
duri bidara ada cangkuknya
kalau berguru cari pendeta
diri dan murid mendapat berkat
tenung pendeta penuh makrifat
pandang ke timur nampak di barat
tuan puteri hendak beradu
dayang dan kawal kena berjaga
kalau cucu hendak mangadu
mengadu pada Allah Yang Esa
atok menyusun sepuluh jari
memohon maaf cucu ku ini
hendak lah cucu selalu berbudi
budi dikenang walau dah mati
terlajak kata terkasar bahasa
terlalu cara kadang manusia
hendak lah cucu maafkan saja
sebelum tinggalkan dunia yang fana
ibu mengandung sembilan bulan
makan dikunyah tidak tertelan
yang baik cucu buat tauladan
yang buruk pula buat sempadan
buah delima dibalik daun
buat ulam si anak raja
dalam gua bertahun tahun
baru semalam juga rasanya
apa dikesal hari semalam
buah terlepas dari tangkainya
cucu di luar atok di dalam
waktu kita sama banyaknya
alasan berjalan kaki seribu
tekad di hati hanya lah satu
pendekar bertikam hendak lah tahu
jangan keris tidak berhulu
biduk lalu kiambang bertaut
berlunjur duduk sebelum berdiri
kalau cucu hendak berpaut
jangan cari dahan berduri
hidup kadang bergurau senda
jadi teman sepanjang jalan
kalau cucu sultan melaka
hendak kah cucu atok tabalkan
apa ada di melaka
puing sejarah berserakan
hendak lah cucu berjaga-jaga
ada pelandok terperangkap di hutan
naik perahu jangan berlumba
elok cucu memancing ikan
kalau benar katakan ia
kalau salah sama betulkan
atok berjalan berkaki ayam
dari timur hingga ke barat
kalau salah sama betulkan
jangan cucu bertegang urat
kalau dengar ayam berkokok
jangan disangka hari nak pagi
jalan atok terbongkok bongkok
boleh berdiri sebelah kaki
berkokok disana berkokok disini
dikampung orang jangan begini
ikut lah cucu resmi padi
walaupun tunduk tapi berisi
apa dibaca dari titik
titik di atas lain bunyinya
apa dipandang pada yang cantik
kalau tidak akal budinya
kalau mengaji ada harakaat
dalam gelanggang atok bersilat
ada melayang seperti kilat
andai bergolek mestikah bulat
hendak lah cucu selalu waspada
jerat rak pernah lupakan pelandol
ada alim alim cerita
gegak gempita jadi suasana
ada batuk di atas tangga
air diceduk dari telaga
kalau selalu bermuram durja
orang muda berupa tua
hidup cucu biar berbakti
jangan beduk tidak berbunyi
cendrawasih makannya awan
tidak ia turun kebumi
kalau kasih tidak berlawan
bagai pohon mati berdiri
kalau tenung bintang di langit
jangan lupa rumput di bumi
jangan cucu ........
nanti mati memakan hati
bila malam menjadi hitam
semut hitam seperti hilang
bukan mata pedang tak tajam
tapi pendekar langkahnya sumbang
kalau berjalan seorang diri
awas lah cucu kanan dan kiri
apalah makna pendekar sejati
keris sendiri menikam diri
berdiam tuah memendam rasa
mengirim tun teja ke istana melaka
manis racun bagaikan gula
pahit ubat menyembuh luka
No comments:
Post a Comment